Lecturer Weblog | Universitas Negeri Padang

 Senin, 27-September-2021

Blog Post Section -->

Fakultas Teknik Menggelar PKM Daring 2019 Di Payakumbuh


Senin, 27 Sepember 2021 | 06:15 WIB

Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) 2019 tentang Pengelolaan Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) kembali digelar di Payakumbuh. Setelah sukses dilaksanakan tahun lalu di SMPN 3 Harau yang bekerja sama dengan MGMP TIK 50 Kota, tahun ini PKM dengan topik yang sama kembali digelar di SMPN 1 Harau yang bekerja sama dengan MGMP IPA. PKM ini diprakarsai oleh Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (FT-UNP) dengan Ketua Pengabdi Dr. Hansi Effendi, S.T., M.Kom dan anggota pengabdi Hastria Effendi, M.Farm., Apt. dan Dr. Dedy Irfan, S.Pd., M.Kom. 

Tahun 2019 ini UNP telah mengalokasikan sebanyak 6 (enam)  judul penelitian dengan jumlah anggaran Rp. 175 Juta dan 40 (empat puluh) judul PKM dengan jumlah dana Rp. 861.850.000,- untuk pelaksanaan di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota.  Kegiatan ini telah dibuka secara serentak pada hari Rabu (31/07/2019) yang lalu di Sentra Rendang Payakumbuh oleh Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph.D.  dan dihadiri oleh para Dekan selingkungan UNP, Walikota Payakumbuh dan jajarannya, LP2M UNP, serta para ketua Peneliti dan Pengabdi.  


Setelah dibuka secara serentak, para peneliti dan pengabdi dipersilahkan melaksanakan penelitian dan PKM-nya sesuai dengan jadwal yang direncanakan di Tahun 2019. Terkait dengan PKM dengan tema "Pelatihan Pengelolaan Pembelajaran Dalam Jaringan di Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota" ini, pelaksanaan tatap mukanya dilakukan pada Tanggal 5 s/d 8 September 2019 di SMPN 1 Harau. Setelah itu peserta pelatihan yang terdiri dari 20 orang guru yang tergabung dalam MGMP IPA Kab. 50 Kota ini harus membuat produk pelatihan yang dijadwalkan selesai dalam waktu 3 minggu. Eva Suzana, Ketua MGMP IPA Kab 50 Kota mengatakan bahwa sebenarnya anggota MGMP IPA lebih 100 orang, tetapi karena peserta yang terbatas, pelatihan hanya dihadiri oleh 20 orang saja. 



"Perbedaan pelatihan ini dengan pelatihan yang dilaksanakan tahun lalu yaitu pelatihan kali ini dilaksanakan secara blended. Materi pelatihan berupa video tutorial cara pengelolaan pembelajaran daring diupload dan dijadikan sebagai sumber materi pelatihan bagi peserta. Peserta mengakses video tutorial dan melaksanakan semua langkah yang diperlihatkan pada video tutorial tersebut" kata Hansi. Jadi walaupun tatap muka yang dilaksanakan hanya beberapa hari saja, tetapi pada dasarnya para peserta melaksanakan pelatihan selama sebulan dengan sebagian pelatihan dilakukan secara online, lanjutnya. 

Selama pelatihan, peserta tekun mengikuti arahan dari instruktur dan juga mengikuti step-by-step arahan dari video tutorial yang disediakan, dan mampu melaksanakan tugas-tugas yang diberikan selama pelatihan. Dalam pelatihan digunakan Moodlecloud sebagai Learning Management System (LMS) nya.  Ada 5(lima) topik yang disediakan kepada peserta dalam mengelola pembelajaran daring, diantaranya yaitu: (1) membuat account pada moodlecloud; (2) memasukkan sumber belajar; (3) memasukkan aktivitas belajar; (4) melakukan evaluasi; dan (5) menambahkan sarana prasarana di LMS. Materi pelatihan selain dapat diakses oleh peserta pelatihan melalui pelatihan online dengan alamat https://pkmunp2019.moodlecloud.com/ dapat juga diakses pada youtube dengan link: http://bit.ly/2lPH8Zc. 







Dalam salah satu diskusi dengan salah satu peserta, mereka  menyatakan bahwa untuk tingkat SMP, blended learning mungkin belum akan bisa dilaksanakan, karena tatap muka wajib dilakukan. Tetapi walaupun begitu, Hansi menjelaskan bahwa " Pembelajaran berbasis online ini perlu dikenalkan kepada siswa sebagai suplemen dalam pembelajaran, karena siswa sebelum masuk ke kelas tidak boleh kosong (tabula rasa), mereka harus sudah memiliki pengetahuan awal ketika membahas suatu topik di kelas. Di era teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini sumber belajar tidak hanya dari guru semata, tetapi siswa harus mampu mencari informasi yang relevan dengan topik yang diajarkan, karena kemampuan mencari informasi secara baik merupakan salah satu skill juga yang harus dimiliki oleh siswa sejak dini. Dan Guru harus sudah mengubah mindset diri mereka bahwa mereka bukanlan sumber informasi, melainkan fasilitator dalam pembelajaran." (HE)